jadi tahun ini abah kebagian milad pas romadon. kalau kemarin pas tanggal 13 cuma bisa makan-makan ber tiga, hari ini semuanya ngumpul. ceritanya makan-makan di rumah makan tetenong di daerah gudang- tanjungsari. sedikit review juga nih, cozy juga di sini, tempatnya nyaman dan bersih. maklum, katanya yang punya baru pulang dari amerika, jadi mungkin beliau tau bagaimana kehigienisan harus dijaga. :v makanannya dapet nilai 8/10 rasa masakan rumah, tapi mepet resto juga. dengan 40 ribu kita dapet kurma, kolak, teh manis untuk takjil, nasi, cah jamur, ayam balado, dan krispi ayam asam manis, dan minuman penutup orange nata de coco yang pakai irisan kulit lemon. kenyang banget. mehehe. ko jadi bahas tempat makan sih -_- ini kan milad abah.. haha semoga barokah ya usianya, diberi kesehatan, dan terus dalam kasih sayang Allah. semoga dilancarkan proyeknya. sukses terus, Bah. semoga anak-anaknya lebih keren, lebih pinter, lebih kuat dari abah. aamiin
hai, dah vakum setahun lebih dan sampailah kita di tahun 2019. masih dengan harapan-harapan dan semangat yang selalu terbarukan. jadi 2019 ini aku bakalan 25 tahun. kalau kata bahasa gaulnya sih quarter lyfe ya. tapi ya who knows if my life will be 100 years? bisa saja lebih pendek dari itu. bahkan umat Muhammad menganggap bahwa harapan hidup manusia sekarang kurang lebih hanya 60 tahun. dan quarter lyfe-ku seharunya pada saat 15 tahun. quarter lyfe crisys 15 tahun.... hmmmm. di kepalaku hanya ada UN
setiap orang selalu mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. jawaban atas segala kekhawatirannya. percayalah. keragu-raguan, kekhawatiran, rasa takut yang tak berdasar akan masa depan yang belum tentu terjadi. akan habis, akan hilang ketika kita bertanya pada diri kita sendiri. apa kamu pernah membayangkan, apa yang kira-kira kita pikirkan saat hendak keluar dari perut ibunda? apa kita hawatir? apa kita takut? mungkin jika lahir sekarang, setua ini kita takut, namun dahulu kita begitu optimis, sangat optimis meski kita tak bisa berjalan, belum bisa makan, kita tak tahu ibu kita kelak seperti apa, bapak kita seperti apa. apakah kita akan disayang atau ditelantarkan. bekal apa kita sewaktu lahir? sebelum kita memahami apa itu kasih sayang ibunda, seorang bayi percaya kasih sayang Yang Maha. lantas, kepercayaan kita pudar karena dunia, sehingga muncul kata takut dan hawatir. harusnya tidak boleh. kalaupun Ya, harus diubah ke tidak. ** percakapan aku dan hanif ketika aku...
Comments
Post a Comment