Buku terbuka
jika seseorang yang terbuka pikiran dan perasaannya diibaratkan buku yang terbuka, aku mungkin termasuk kedalam golongan buku tertutup dengan halaman yang terlipat. orang-orang bisa melihat sampulku dengan mudah. begitu mudah dikenali. tapi kebanyakan orang malas membuka halaman yang terlipat-lipat. ah, aku juga malas. jadi biarkan saja dilipat. aku mungkin terkesan tertutup, tentang hidupku. apalagi kalau sudah ada yang tanya. aku nggak ingin jawab sebenarnya. hidup itu pertanyaan pelik, tentang apa yang pernah aku lalui, haruskah semua orang tahu? kupikir mereka yang bertanya banyaknya tidak benar-benar ingin mendengar atau memahami sesuatu tentang aku. bertanya tentang sesuatu yang sakral, tentang pilihan-pilihanku dan campur tanyanNya, tanpa ada niat untuk mendengarkan? lebih baik senyumin aja. sebagai tanda hidupku luar biasa dan ngggak cukup sederet kata. iya, itu pikiranku dulu. bagaimana aku bisa bercerita tentang aku jika sebenarnya aku melipat halamanku sendiri. menol...